Sejarah cisco dan cisco packet tracer
Sejarah Cisco
Assalamu'alaikum WR.WB
selamat datang di blog saya gilang ,semoga dapat bermanfaat .

Menurut sebuah sumber, komputer Alto merupakan cikal-bakal komputer grafis yang telah mengilhami Steve Jobs (pendiri Apple Computer) untuk membuat Macintosh yang legendaris itu. Selain itu, teknologi Ethernet yang digunakan oleh Alto juga telah mengilhami beberapa staf Stanford untuk melakukan riset dibidang jaringan komputer. Sehingga komputer-komputer yang ada di ligkungan Universitas Stanford dapat saling berkomunikasi melalui jaringan komputer.
Pada mulanya, staf Stanford hanya melakukan riset dan bekerja untuk tujuan ilmiah dan pendidikan. Kemudian, dua orang staf bernama Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner menginvestasikan dana pribadi untuk mengembangkan multi-protokol router yang "ditanamkan" dalam perangkat berbentuk "seperti komputer" yang diberi label Cisco.
Ide membuat "blue box" yang dilengkapi kipas pendingin dan dapat bekerja dengan hanya menancapkan kabel ternyata merupakan ide yang cemerlang. Apalagi saat itu merupakan awal perkembangan Internet. Seperti gayung bersambut, perangkat router buatan Cisco laris terjual. Cukup banyak perusahaan dan lembaga pendidikan yang menggunakan router buatan Cisco.
Namun, dibalik kisah sukses tersebut ternyata terselip lembaran kelabu yang mewarnai sejarah Cisco Systems. Sebenarnya teknologi yang dikembangkan oleh Cysco Systems (saat memulai bisnis) merupakan hasil karya beberapa staf Stanford. Sebagian staf Stanford yang mengembangkan multi-protokol router telah pindah ke Cisco dan menyumbangkan hasil karyanya kepada perusahaan Cisco.

Ketika staf Stanford yang lain mengetahuinya, maka terjadilah "perang" antara Stanford dan Cisco Systems. Hal ini hampir saja "mematikan" perusahaan Cisco akibat tuntutan pengacara Stanford atas kewajiban membayar royalti yang cukup besar. Disamping kewajiban lainnya dan hak bagi Stanford untuk tetap dapat menggunakan software hasil pengembangan para staf Stanford yang telah menjadi karyawan Cisco. Ini adalah sebuah kisah kelabu yang mungkin tidak akan pernah diceritakan oleh pendiri-pendiri Cisco Systems yang saat ini sudah menjadi milyuner. Jika kita rajin meneliti sejarah kelahiran perusahaan IT kelas dunia, ternyata ada banyak perusahaan yang mengawali bisnisnya dengan cara seperti ini.
Cisco Packet Tracer

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering
digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam
bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh
Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni
yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama
Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar
dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di
bidang alat-alat jaringan Cisco.
Pengertian Cisco Packet Tracer dan fungsinya.
Cisco packet tracer adalah sebuah
software yang biasa dipakai untuk membangun jaringan secara virtual atau
bisa dikenal dengan sebutan simulasi jaringan komputer. Umumnya
digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, juga disertakan pada
beberapa penelitian yang berkaitan erat dengan komputer.
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.
alat dan bahan untuk membangun jaringan
Jaringan atau Network adalah sebuah
kompulan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya dan
berkomunikasi untuk saling melakukan perpindahan data dan berbagi
informasi. Komputer – komputer ini tidak serta merta terhubung satu
dengan yang lainnya tetapi menggunakan peralatan – peralatan tertentu
agar dapat terhubung. Berikut ini adalah peralatan – peralatan yang
digunakan didalam membangun sebuah jaringan atau network.
1. Kabel
Kabel atau wayar adalah peralatan yang
terdiri dari kawat tembaga yang berfungsi untuk mengalirkan listrik.
Kabel yang digunakan dalam jaringan tidaklah sembarang kabel. Kabel yang
digunakan disebut kabel UTP (UnTwisted Pair). Kabel ini terdiri dari
warna – warna tertentu dimana warna – warna ini merepresentasikan hal –
hal tertentu didalam penentuan apakah satu komputer dengan komputer lain
atau komputer dengan peralatan lain dapat berkomunikasi atau tidak. Ada
3 jenis kabel UTP yang sering dipakai diantaranya adalah
10BASE-T(Ethernet), 100BASE-TX(Fast Ethernet atau disingkat FE) dan
1000BASE-T(Gigabit Ethernet atau disingkat dengan GE). Gambar dari kabel
UTP dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
2. Konektor RJ45
RJ45 merupakan connector tempat dimana
kabel – kabel yang ada pada kabel UTP ditempatkan. RJ45 bisa diibaratkan
kepala dari kabel jaringan dimana melalui RJ45 inilah kabel dihubungkan
ke port jaringan yang ada pada sebuah komputer atau peralatan lainnya.
Untuk lebih jelasnya mengenai RJ45 dapat dilihat pada gambar dibawah ini
:

3. Crimping
Crimping adalah peralatan yang digunakan
untuk memasang konektor RJ45 kedalam kabel sehingga konektor RJ45
terpasang dengan benar. Dalam melakukan pemasangan perlu diperhatikan
bahwa setiap kabel yang dimasukkan kedalam RJ45 sudah benar – benar
terpasang dengan tepat. Karena apabila RJ45 sudah terpasang dan
mengalami kegagalan maka RJ45 tersebut tidak dapat lagi digunakan.
Gambar dari Crimping dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

4. Router
Router digunakan untuk menghubungkan satu
komputer dengan komputer lain atau satu jaringan dengan jaringan lain
agar komputer atau jaringan tersebut dapat saling berkomunikasi. Ada 2
keuntungan menggunakan router diantaranya adalah :
1. Router tidak memforward broadcast yang ada. Hal ini adalah default dari router. Namun kita dapat mengubahnya.
2. Router dapat melakukan filter jaringan yang ada pada layer 3 (Network Layer)
4 Fungsi dari Router diantaranya :
1. Packet switching
2. Packet Filtering
3. Internetwork communication
4. Path selection
Ciri – ciri dari router diantaranya adalah :
1. Memiliki broadcast domain yang lebih dari satu
2. Memiliki collision domain yang lebih dari satu.
3. Berada pada layer 3 dalam OSI model dan
sering juga disebut sebagai switch layer 3.Memiliki collision domain
yang lebih dari satu.
Salah satu gambar dari router dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
5. Switch
Switch adalah suatu perangkat keras yang
menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network(LAN).
Swicth beroperasi pada layer 2 (Data Link Layer) dari model OSI.
Ciri – ciri dari switch adalah sebagai berikut :
1. Switch mampu menjelaskan alamat sumber
dan tujuan dari setiap paket yang diterima sehingga switch mampu
mengirimkan paket tersebut ke alamat yang tepat.
2. Switch membagi collision domain di tiap portnya. Artinya bahwa tiap port memiliki collision domain sendiri.
3. Pencatatan mac address yang dilakukan secara otomatis berdasarkan hardware maupun software.
Salah satu gambar dari switch dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
6. Hub
Hub adalah perangkat keras jaringan yang
menggabungkan beberapa komputer kedalam sebuah Local Area Network (LAN).
Fungsi hub sebenarnya sama dengan switch, namun yang membedakannya
adalah hub berada pada Layer 1 dalam OSI model dan pengiriman data
dilakukan ke semua komputer yang terhubung dalam satu LAN. Selain itu
hub hanya memiliki 1 collision domain.
Ada 3 type dari hub yaitu diantaranya :
1. Passive Hub
Passive hub tidak menguatkan sinyal
elektrik dari paket yang masuk kedalam hub sebelum hub membroadcast
paket – paket tersebut keluar.
2. Active Hub
Active Hub adalah kebalikan dari passive
hub. Active hub melakukan penguatan sinyal elektrik dari paket yang
masuk kedalam hub. Active hub juga disebut juga dengan repeater.
3. Intelligent Hub
Intelligent Hub adalah active hub dengan
penambahan fitur diantaranya kemampuan remote management melalui SNMP
dan dukungan VLAN (Virtual LAN).
Salah satu gambar dari hub dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
7. Bridge
Bridge pada dasarnya hampir sama dengan
switch namun yang membedakannya adalah pencatatan mac address pada
bridge hanya berdasarkan hardware dan juga port dari bridge juga lebih
sedikit dibandingkan dengan switch.
gambar nya seperti ini :
gambar nya seperti ini :

Pengertian nya mana mamank
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusbaru lu ganti mamank
Hapus